BANDA ACEH – Ribuan warga dari berbagai desa di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, berduyun-duyun menyaksikan tapak kaki berukuran raksasa di pinggir Sungai Tamiang, Desa Gelung, Kecamatan Seruway.
“Itu merupakan fakta, dan saya sendiri menyaksikan sebuah tapak kaki berukuran panjang 95 centimeter dan lebar 40 centimeter di pinggir Sungai Tamiang,” kata Camat Kecamatan Seruway, Asra, saat dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (12/2/2010) malam. Ia menyebutkan informasi tentang adanya tapak kaki mirip tapak kaki kiri manusia, namun ukurannya cukup besar itu, tersebar begitu cepat, sehingga masyarakat antusias berbondong-bondong menyaksikannya.
Written on February 13, 2010 | Posted in
Aceh Info,
Serba-Serbi |
Leave a comment
BANDA ACEH – Mahasiswa (S2) jurusan magister kesehatan jiwa (mental health magister) dari Universitas Hedmark Colleg, Norwegia, yang sedang magang di Aceh, menyumbang alat terapi kejiwaan untuk pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, Senin (19/10).
Direktur Kepala RSJ Aceh, Drs H Saifuddin AR MPH MKes kepada Serambi, usai menerima bantuan mengatakan, bantuan yang diberikan berupa terapi kejiwaan berupa alat musik (rebana dan piano mini), catur, bola voli, bolakaki, peralatan tenis meja, bola basket, dan beberapa pakai olahraga lain. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Trine Lise mewakili enam rekan mahasiswa Norwegia lainnya. “Kita berterimakasih atas bantuan dari mahasiswa magister kesehatan jiwa asal Norwegia yang saat ini sedang mangang di RSJ. Ini sebuah perhatian besar yang diberikan mereka. Mereka (Norwegia) memang menjadi sahabat bagi Aceh saat ini, karena perhatian yang diberikan sangat besar,” ujarnya.
This is a preview of
Mahasiswa Norwegia Sumbang Alat Terapi Kejiwaan ke RSJ
.
Read the full post (347 words, 1 image, estimated 1:23 mins reading time)
Written on October 21, 2009 | Posted in
Aceh Info,
Info Semasa |
Leave a comment
Nek Rahsia" src="http://harian-aceh.com/images/foto/nyak-rahsia-foto-suparta.jpg" alt="" width="327" height="146" />Sudah baca berita di bawah ini. Kalau belum saya yakin, Anda bakalan sedih dan terharu dengan berita dibawah ini. Tapi saya tidak yakin kalau ada yang mau berdonasi? Berikut cerita sedih di balik eforia kampanye yang menghabiskan milyaran rupiah.
Saya Sakit, Ada Bawa Obat Nak?
Bilah-bilah papan tak rapat, saban hujan, plastik hitam berdebu tak mampu menahan rintik mengguyur tubuh layu itu. Dingin pegunungan Gleu Pucok, Kecamatan Geumpang, Pidie, disergapnya hanya dengan sehelai kain. Sejak empat tahun silam, hanya sehelai sarung menutup tubuhnya.
Written on April 24, 2009 | Posted in
Aceh Info |
Leave a comment
partai sira" src="http://www.aceh-online.com/gamba/partai_aceh_partai_sira.jpg" alt="" width="241" height="100" />LHOKSEUMAWE, Dua partai lokal di Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki basis massa cukup besar, Partai Aceh dan Partai SIRA saling serang dalam setiap kampanye terbuka mereka di wilayah pesisir Pantai Timur Aceh beberapa hari terakhir ini. Meski tak secara jelas menyebut nama partai, namun kedua pa rtai lokal tersebut saling menuduh di antara mereka adalah pengkhianat perjuangan rakyat Aceh.
Persaingan Partai Aceh dan Partai SIRA secara tak langsung juga melibatkan dua pemimpin di Aceh. Gubernur Irwandi Yusuf di Partai Aceh dan Muhammad Nazar yang merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai SIRA. Irwandi menjadi juru kampanye andalan Partai Aceh, sementara Nazar menjadi juru kampanye utama Partai SIRA.
This is a preview of
Saling Serang dalam Kampanye Partai Aceh dan Partai SIRA
.
Read the full post (493 words, 1 image, estimated 1:58 mins reading time)
Written on March 30, 2009 | Posted in
Aceh Info |
Leave a comment
BANDA ACEH, Sebanyak 25 lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah mengajukan diri sebagai pemantau pelaksanaan pemilihan umum 2009 di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Sebanyak tiga diantaranya sudah mengembalikan formulir permohonan akreditasi dan validasi kepada Komite Independen Pemilihan Aceh.
Ketua Kelompok Kerja Organisasi KIP Aceh, Nurjani, Kamis (26/3), mengatakan, tiga di antara 25 lembaga yang sudah mengajukan permohonan, sudah mengembalikan formulir pendaftaran tersebut. “Kemarin hari terakhir batas waktu pengambilan formulir pendaftaran dan pengajuan permohonan menjadi pemantau,” terang Nurjani.
This is a preview of
25 LSM Ajukan Diri Sebagai Pemantau Pemilu di Aceh
.
Read the full post (229 words, estimated 55 secs reading time)
Written on March 27, 2009 | Posted in
Aceh Info |
1 Comment
Pergaduhan peribadi, politik punca kematian
Aceh makin memuncak" src="http://www.kodam-ii-sriwijaya.mil.id/images/stories/peta_nad.jpg" alt="" width="259" height="160" />JAKARTA: Ketegangan di wilayah baru damai daripada perang, Aceh, semakin memuncak menjelang pilihan raya Parlimen April ini, dengan 16 maut dan berpuluh-puluh bangunan dan kereta rosak sejak beberapa bulan lalu, kata kumpulan pemerhati semalam.
Kebanyakan kematian disebabkan pergaduhan peribadi, tetapi sebahagian lagi dibunuh bermotifkan politik, kata unit Pemerhati Konflik Aceh Bank Dunia dalam laporan di laman webnya.
Keganasan mencecah ‘tahap membimbangkan dan ia semakin memuncak’ menjelang pilihan raya bulan depan, kata Bank Dunia.
Aceh semakin tenang sejak kerajaan menandatangani perjanjian damai dengan pemisah pada 2005, menamatkan perjuangan 29 tahun yang mengorbankan 15,000 orang.
Written on March 25, 2009 | Posted in
Aceh Info |
Leave a comment
BANDA ACEH - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat Aceh menjaga fasilitas dan infrastruktur yang telah dibangun Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) selama empat tahun terakhir. Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara diharapkan untuk meneruskan proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca berakhirnya masa tugas BRR.
Menurut Wapres, anggaran pembangunan di Aceh saat ini dibandingkan dengan jumlah penduduk merupakan yang terbesar di Indonesia. Di Aceh, anggaran pembangunan Rp 6 juta per kapita. Padahal, anggaran pembangunan di Jawa hanya Rp 1,5 juta per kapita.
Written on March 14, 2009 | Posted in
Aceh Info |
Leave a comment
I want to begin with a story about Nepal. Last week, my organisation issued a report called ‘Nepal’s Faltering Peace Process ’. As you know, Nepal had been a kingdom, wracked by an insurgency in which Maoist guerrillas fought the Nepalese army. A democratic uprising ended with the king thrown out, a republic established, and a peace deal made with the rebels. Last April, in free elections, the Maoists won control of government, but today, according to my colleagues, the peace process is under threat. The Maoists have not fully adjusted to democratic politics, and some of their former rivals still see them as an illegitimate force. They have brought some problems on themselves by starting to resemble the old government in terms of patronage, corruption, and factional fighting, to the point that foot-soldiers are beginning to ask, ‘Is this what we were fighting for?’ Parts of Nepal are seeing a rise in violence accompanied by a near collapse in effective policing. The issue of how to reintegrate the former rebels into the new political system has not been resolved, and the Maoists are retaining their former military organisation. In the meantime, the Nepalese army remains a law unto itself and deeply opposed to some provisions of the peace deal.
Written on March 1, 2009 | Posted in
Aceh Info |
Leave a comment